Selasa, 09 Januari 2018

Orang Tua Harus Tau Cara Mengetahui Bakat Anak


Bunda sudah tahu apa bakat si kecil? Atau jangan-jangan bunda tidak tahu bagaimana mengetahui bakat yang dimiliki oleh si kecil? Nah, kebanyakan orang tua seringkali mengabaikan bakat yang terdapat dalam diri sang anak. Karena memang tidak tahu bagaimana mengetahuinya. Nah, jika bunda adalah orang tua yang demikian maka simak ulasan kami kali ini dengan lengkap dan ketahui cara mengetahui bakat anak sejak dini.

Sering ya kita mengucapkan kata “berbakat” atau “anak tersebut memiliki bakat ...” lalu sebenarnya apa sih bakat itu? Sebelum mengetahui bagaimana mengetahui  bakat anak, bunda perlu tahu dahulu apa itu bakat. Bakat merupakan suatu potensi atau kemampuan yang dimiliki oleh anak mulai dari lahir hingga dewasa. Bakat juga dikatakan sebagai suatu kemampuan yang bersifat khusus, dan orang lain belum tentu dapat melakukannya.

Bagi bunda yang ingin berhemat dalam berbelanja perlengkapan anak, Mothercare berikan sale Mothercare yang tentunya membuat bunda dapat lebih irit berbelanja

Dari definisi tersebut, maka mudah untuk diketahui bahwa bakat merupakan suatu yang dimiliki sejak lahir dan tidak semua anak memiliki bakat yang sama satu sama lain dan setiap orang wajib mengetahui apa bakat yang dimiliki oleh anaknya. Masalahnya adalah banyak orang tua yang tidak tahu cara mengetahuinya. Berbeda dengan kecerdasan yang bisa dibuat dan dilatih, bakat tidak bisa dipaksakan pada setiap anak.

Sebelum mengetahui cara melihat bakat anak, ketahui dahulu ciri-ciri anak yang memiliki bakat.

1. Ingin Tahu 
Ciri-ciri anak berbakat dan cerdas adalah memiliki rasa ingin tahu yang besar. pertanyaan-pertanyaan sering dilontarkan oleh anak yang cerdas dan berusaha menyampaikan rasa ingin tahunya.

2. Aktif
Aktif adalah ciri selanjutnya dari anak yang berbakat. Ia akan lebih suka pada hal-hal sulit dan menantang.

3. Ingatannya Tajam
Anak yang memiliki bakat cenderung lebih mampu atau dapat mengingat sesuatu dengan sangat mudah.

4. Suka Berimajinasi
Anak yang berbakat pasti juga mampu membangun imajinasinya dengan baik. biasanya ia akan menunjukkan bakat berimajinasinya dengan tingakh atau suara-suara yang aneh dan lucu.

Setelah mengetahui ciri-ciri anak berbakat, maka selanjutnya berikut cara melihat bakat anak.
-Berikan Stimulasi
Agar anak mau mengeksplorasi bakatnya dengan baik maka berikan stimulasi pada anak. berikan perhatian pada anak dengan menjawablah seluruh pertanyaannya dengan kalimat yang mudah anak mengerti.

-Berikan Kesempatan Pada Anak
Biarkan anak melakukan kegiatan yang ia inginkan sendiri. Jangan paksa anak untuk melakukan sesuatu yang ia inginkan. Berikan kepercayaan pada anak bahwa anak mampu melakukan aktivitasnya.

-Perhatikan Perilaku
Apa aktivitas yang dilakukan si kecil? Perhatikan perilaku si kecil, apa saja aktivitas yang dilakukannya. Bisa jadi perilaku tersebut mencerminkan bakat yang dimilikinya.

-Mudah belajar
Bakat anak juga dapat dilihat dengan cara mudah belajar akan sesuatu. Bagaimana anak menguasai sesuatu dan anak dapat berperan aktif di dalamnya.

-Asyik Dengan Aktivitasnya
Jika anak mulai asyik melakukan sesuatu bisa jadi itu adalah bakat yang terpendam dalam dirinya. Jika aktivitasnya merupakan aktivitas yang baik maka dukunglah dengan mengasah kemampuannya. Misalnya jika si kecil sedang asyik bermain masak-masakan maka dukung si kecil dengan memberinya mainan masak-masakan untuk mengembangkan bakatnya.

Demikian, info tentang ciri-ciri anak berbakat dan cara mengetahui bakat anak bagi orang tua agar dapat mengembangkannya. Terimakasih
Share:

Minggu, 07 Januari 2018

Hindari Ini Saat Kamu Akan Jual Rumah


Pada saat kamu berencana menjual rumah dengan tujuan untuk pindah ke rumah baru, memutuskan menjual rumah lama bisa menjadi langkah yang tepat. Sebab, dengan menjual rumah lama, membuka kesempatan kamu untuk mendapatkan keuntungan. Meski demikian, tak selamanya menjual rumah akan mendatangkan keuntungan. Salah melangkah, bisa-bisa penyesalan yang kamu dapatkan. Agar proses penjualan rumah kamu berakhir bahagia, simak dan pelajari beberapa kesalahan saat menjual rumah berikut ini :

Tidak paham kebutuhanmu sebenarnya
Kesalahan pertama pada saat menjual rumah adalah belum sepenuhnya mengetahui mengapa kamu harus menjual rumah lama. Kondisi ini kerap terjadi. Terutama apabila kamu sudah memiliki rumah baru yang jauh lebih baik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk ruma lama. Tergiur karena keuntungan yang bisa diraih juga bisa menjadi pemicu sesaat untuk memutuskan menjual rumah. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu diskusikan dengan seluruh keluarga. Tanyakan apakah mereka setuju atau tidak.

Buta terhadap pasar perumahan
Sebaiknya, sebelum menjual rumah, kamu memiliki data perkembangan statistik di sekitar perumahan itu. Ketahui apakah perumahan berada di kawasan favorit atau bukan. kemudian, ketahui pula harga pasaran hunian di kawasan kamu. Lebih detail lagi, ketahui informasi perkembangan harga hunian di kawasan kamu dalam 6 bulan hingga 1 tahun terakhir.

Jual rumah tanpa riset
Jika kamu memutuskan untuk menjual rumah secara mandiri atau tidak menggunakan jasa agen penjualan, jangan pernah sekali-kali kamu langsung menjual tanpa riset mendalam. Kamu harus tahu langkah-langkah menjual rumah, aturan-aturan hukumnya, dan lain sebagainya. Hal ini penting agar transaksi tidak bermasalah di kemudian hari. Selain itu, ketahui juga  cara mempresentasikan rumah terhadap calon pembeli. Ini adalah keahlian agen properti yang mungkin tidak kamu miliki.

Tidak percaya dengan insting kamu sendiri
Apabila kamu memutuskan untuk menggunakan jasa agen properti, satu hal yang jangan pernah kamu lakukan adalah mengacuhkan insting kamu sendiri. Faktanya, kamu lebih paham mengenai seluk beluk sejarah rumah kamu dibandingkan agen properti. Agen properti biasanya hanya membantu kamu dalam mempertimbangkan keputusan memberikan harga jual, perbandingan harga jual antara rumah kamu dan rumah orang lain, dan bagaimana memberikan info rumah dijual. Sebaiknya, kamu juga harus memiliki sikap, terutama dalam menentukan target market.

Menyewa jasa agen berdasarkan kedekatan personal
Menyewa jasa agen karena kedekatan personal terlihat menguntungkan karena mungkin akan fleksibel dan menguntungkan. Namun, perlu kamu ketahui, ternyata memilih agen properti karena kedekatan personal juga bisa malah merugikan. Misalnya, saat kamu dan agen tersebut mengalami perbedaan keputusan, kamu menjadi tidak enak berbantahan sehingga akhirnya kamu mengalah, padahal kamu tahu bahwa keputusan tersebut kurang menguntungkan. Sebaiknya, kamu harus jeli memilih agent yang memiliki reputasi yang baik selama mereka menjualkan properti merekan.

Sesuka hati menentukan harga rumah
Pada saat berencana menjual rumah, proses menentukan harga terbilang susah-susah gampang. Seseorang terkadang menentukan harga rumah berdasarkan keuntungan yang ingin diraup, padahal harga pasaran rumah tersebut lebih rendah dari harga yang ia tentukan. Hal ini tentu saja akan membuat rumah tersebut susah terjual. Ingat, yang ingin mendapat keuntungan finansial bukan kamu saja. Pembeli juga ingin mendapatkan rumah dengan harga yang ringan di kantong. Jika kamu memasang harga terlalu tinggi, calon pembeli bisa pergi begitu saja. Jadi, bersikaplah profesional saat menentukan harga.

Pertimbangkan desain interior dengan tetangga sekitar
Rumah yang memiliki desain interior menarik tentu memiliki harga yang tinggi. Tetapi, bila desain interior rumah kamu terlalu berlebihan dibandingkan rumah sekitar, mungkin kamu tidak terlalu mendapatkan keuntungan bisa mengembalikan modal renovasi rumah kamu. Melakukan renovasi rumah tidak sama dengan menaikkan harga yang kamu inginkan.

Menutupi permasalahan pada rumah di masa lalu
Memaparkan kondisi rumah pada calon pembeli adalah kunci dari keberhasilan persuasi kamu untuk mendapatkan keuntungan. Karena fungsinya yang terbilang vital, oleh sebab itu sebaiknya kamu tidak menutup-nutupi kondisi kekurangan yang belum bisa kamu atasi sebelumnya. Misalnya, kualitas air atau kondisi selokan yang mudah tergenang bila musim hujan tiba. Calon pembeli mungkin saja melakukan riset sebelum mengunjungi rumah kamu. Jika tahu kamu berbohong, minat mereka untuk melanjutkan negosiasi bisa langsung hilang. Jadi hindari kebohongan pada calon pembeli mengenai semua kondisi yang dialami oleh rumah kamu sebelumnya. Sebab, dengan kejujuran, ini akan menambah kepercayaan dari calon pembeli terhadap kamu.

Mencoba menjual rumah sebelum kondisi fisik rumah siap
Kesalahan terakhir adalah banyak orang yang menjual rumah dalam kondisi seadanya. Beberapa penjual menjual rumah yang tak pernah mereka huni tanpa persiapan apapun. Ilalang dibiarkan tumbuh liar, debu-debu dibiarkan menebal, serta cat yang mengelupas. Hal ini bisa membuat calon pembeli kehilangan selera. Apalagi bila di sekitar kamu juga ada rumah lain yang dijual dengan kondisi lebih baik. Jika kamu bersikeras untuk menjualnya dalam kondisi demikian, ada baiknya kamu menawarkan di bawah harga pasaran.

Itulah beberapa kesalahan yang harus kamu hindari dan jadikan sebagai pelajaran agar tidak mengulangi dan melakukan kesalahan – kesalahan rumah dijual diatas.
Share: