Kamis, 20 Juli 2017

Olahraga Berlebihan Bikin Kulit Cepat Keriput, Ini Solusinya


Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, tak terkecuali porsi olahraga. Para atlet contohnya. Kita tentu sering mendengar  kasus kematian atlet ketika sedang bertanding akibat serangan jantung. Penyebabnya menurut dokter ahli gizi Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK akibat pekepasan radikal bebas yang berlebihan. 


"Semakin sering olahraga maka pelepasan radikal bebas juga akan semakin sering terjadi," ujarnya dalam konferensi pers peluncuran Herbilogy di Jakarta,  Selasa, 18 Juli 201. Radikal bebas merupakan jenis atom yang bersifat merusak kolagen dan pembuluh darah. Maka, tak heran intensitas olahraga yang tinggi akan memengaruhi kesehatan kulit.

Solusinya menurut Samuel adalah dengan rutin mengonsumsi antioksidan ketika berolahraga. Namun, antioksidan yang dikonsumsi harus beraneka ragam agar lebih maksimal. 

"Karena dengan hanya mengonsumsi satu jenis antioksidan, justru akan melepaskan antioksidan yang baru," jelas dokter yang praktik di rumah sakit MRCCC Siloam ini. Selain konsumsi buah-buahan, sayuran, dan suplemen, Samuel juga menganjurkan konsumsi bumbu rempah-rempah karena tinggi akan antioksidan.



Share:

Alphabet Rilis Google Glass Enterprise Edition


Laman berita teknologi The Inquirer mengabarkan, Alphabet, perusahaan induk Google, meluncurkan Google Glass Enterprise Edition, awal pekan ini. Alih-alih dibuat untuk konsumen umum, Google menciptakan kacamata pintar yang sempat mati suri ini untuk sektor industri, khususnya para pekerja di industri manufaktur.

Google Glass Enterprise Edition ini sudah dipakai di lebih dari 50 perusahaan di Amerika Serikat. Di antaranya, yaitu Boeing, Volkswagen, DHL, Shutter Healt, dan Agco. 


Laman berita teknologi The Inquirer menyebutkan, bahwa Google Glass Enterprise Edition memakai teknologi augmented reality. Teknologi ini memudahkan para pekerja dengan cara menampilkan instruksi manual dalam bentuk animasi di kaca. Menurut pihak Alphabet, cara ini bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.

"Mereka tetap bisa mengakses informasi meski tangan mereka sedang sibuk," kata Jay Kothari, pimpinan proyek Google Glass. Dia menjelaskan, dalam dua tahun terakhir, Alphabet menjalin kerja sama dengan puluhan perusahaan pengembang software dan solusi bisnis lainnya untuk Google Glass.


Laman berita teknologi The Inquirer juga menyebutkan bahwa Google Glass Enterprise Editionjuga mengalami perubahan desain. Mulanya, Google Glass hanya berbentuk frame dengan panel kecil di mata kanan. Google Glass tampak seperti kacamata pelindung diri, namun tetap dengan panel kecil. 

Resolusi kameranya pun diperbesar dari yang semula hanya 5 megapiksel menjadi 8 megapiksel. Lampu indikator berwarna merah juga akan menyala saat Google Glass merekam video. 

Dengan menyalanya indikator tersebut, potensi mengambil gambar secara diam-diam bisa diminimalisir. 
Share: